PPI 2015, Pameran industri kreatifitas anak bangsa

13 Aug 2015

Bangga menggunakan Produk Indonesia menjadi tema Pameran Produksi Indonesia (PPI) yang digelar oleh Kementrian Perindustrian pada tanggal 6-9 Agustus 2015 di Exhibition Convention Grand City Mall Surabaya.

Sejak dulu saya suka jalan-jalan di Pameran. Mulai dari Pameran Komputer dan gadget, Pameran rumah, hingga Pameran Otomotoif. Akan tetapi Pameran yang paling seru saya kunjungi adalah Pameran Produksi Indonesia 2015.

Tak seperti Pameran biasa-biasa yang selalu menghadirkan produk tematik, Pameran PPI menghadirkan produk macam-macam. Dari pernak-pernik, perlengkapan rumah tangga, pelengkap penampilan, makanan dan minuman, hingga produk manufaktur yang bertaraf teknologi modern, seperti produk otomotif dan alat berat. Yang membuat beda antara Pameran tematik dengan Pameran PPI adalah produk yang dipamerkan semuanya produksi Indonesia hasil kreatifitas anak bangsa.

Indonesia selama ini dikenal dengan kekayaan alam melimpah. Namun dikenal juga sebagai negara importir terbesar di dunia. Tak pelak hal itu membuat Indonesia dianggap seperti negara yang kurang mendukung industri kreatif sebagai penopang ekonomi nasional. Dan siapa sangka bahwa adanya Pameran Produksi Indonesia dapat membuka mata kita semua bahwa Indonesia masih ada. Bahwa rakyat Indonesia adalah orang-orang cerdas dan kreatif.

Dari sekian Perusahaan dan UKM yang menjadi peserta Pameran PPI, telah diakui bahwa beberapa produk-produk unggulan mereka telah berhasil menembus pasar Internasional. Dan dunia pun mengakui itu bahwa sebenarnya diluar sana Indonesia dianggap sebagai negara yang selalu tampil percaya diri ditengah gempuran produk-produk luar negeri.

Jam 10 pagi, Pameran Produksi Indonesia dibuka untuk umum oleh Menteri Perindustrian, Bapak Saleh Husin.  Dalam pembukaan itu Gubernur Jawa Timur, Bapak Soekarwo juga turut mendampingi. Menurut Pakde Karwo (panggilan akrab orang Jawa Timur), dalam sambutannya mengatakan bahwa Industri Kecil Menengah di Jawa Timur menjadi sebagai tulang punggung ekonomi. 

Pakde Karwo menyebutkan selama kurun tahun 2008 hingga 2009 jumlah UMKM di Indonesia mengalami peningkatan yang pesat. Pada tahun 2008 jumlah UMKM Indonesia mencapai 4,2 juta, sedangkan tahun 2009 mencapai 6,8 juta. Pakde Karwo juga secara tegas melarang tembakau impor.

Lift Louser, Perusahaan Produsen Lift Indonesia

Tak banyak yang tau Indonesia memiliki perusahaan yang memproduksi Lift. Lift Louser menggunakan komponen lokal sebanyak 54%. Hingga saat ini Lift Louser menjadi pioner lift di Indonesia. 

Berat memang jika melihat dari banyaknya merek luar negeri yang mengelilingi sendi-sendi kehidupan kita, terutama produk alat berat seperti ini. Akan tetapi PT Louserindo Megah Permai berusaha menjaga visi misi sebagai perusahaan yang terus melakukan inovasi mengembangkan produk dalam negeri.

Selama menjalankan bisnis produksi elevator, sejak tahun 1989 hingga 2013 lift Louser telah mencapai produksi sebanyak 2000 unit. Produk Lift Louser tersebar di seluruh Indonesia hingga negara-negara di Asia seperti Malaysia, Singapura, dan Timor Leste.

Keunggulan dari Lift Louser adalah stock suku cadang yang disediakan hingga 20 tahun. Dalam mendukung Pemerintah melakukan penghematan listrik, Lift Louser menggunakan daya sebesar 1400 Watt. Berbanding jauh dengan lift umumnya yang berdaya listrik 2000 Watt.

Produk-produk yang diproduksi PT Louser Megah Permai antara lain Passenger Lift, Bed Lift, Home Lift, Dumbwaiter,  Freight Lift, Panoramic Lift, serta produk Escalator dan Travolator.

PT Testindo, Solution Engineering Services

PT Testindo merupakan perusahaan yang menangani 3 divisi besar. Layanan Jasa, distributor, dan pelatihan. Semuanya dalam bidang permesinan teknologi, terutama dalam bidang pengujian dan mengukuran suatu inovasi teknologi.

Apa yang bisa dilakukan ketika mengerjakan proyek lalu dibutuhkan sebuah tes pengujian kekuatan atau kekokohan? Tentu saja dengan melakukan ujicoba lapangan. Seperti itulah gambaran perusahaan PT Testindo. Dan tes pengujian ini bukan perkara mudah. Akan tetapi dibutuhkan sebuah alat maupun keahlian khusus dalam pengujian.


Mungkin sangat sedikit sekali perusahaan di Indonesia yang menangani bidang seperti ini. Tragisnya orang seringkali lebih mempercayai jasa dari luar negeri, padahal tidak semua begitu, kan? Contohnya seperti PT Testindo ini.

Dalam pelaksanaan System Integrator, PT Testindo terbagi dalam beberapa bagian, yaitu System Safety, Proses Control, Customize Analyzer, Monitoring System (Data Logging), Testing Machine, Sistem Fire and Gas, Scada, Telekomunikasi, dan Sistem Pengendali Daya.

Tas Heelda, Tas kreatif dari kotak susu

Apa yang terpikir saat melihat kotak susu cair kemasan?
Selesai minum habis buang, bukan?

Namun tidak untuk produk-produk Heelda. Karton bekas dus susu cair disulap menjadi sebuah pernik-pernik yang bermanfaat untuk pelengkap sehari-hari. Modalnya pun sederhana, kardus bekas susu di pola sedemikian rupa lalu dibalut dengan katun.

Tas Heelda pun demikian. Sebuah tas yang didisain menggunakan kain katun, kanvas, atau linen. Hasilnya, lumayan diterima oleh pasar..

heySTARTIC, Tas ecofashion dari kantong semen

Jika diperhatikan kantong semen memiliki ciri khas tebal, kuat dan tak mudah terhempas air. Berawal dari keinginannya mengolah sampah menjadi barang berguna, owner tas heySTARTIC, Agnes Santoso menciptakan bahan-bahan elegan dari bahan-bahan sampah (bahan yang sudah tak terpakai) menjadi bernilai lebih.

Bersama Komunitas / klub Lingkungan AV Peduli, Kakak beradik Agnes dan Vania melakukan manajemen pengelolaan sampah dengan maksimal.

Pada tahun 2007 AV Peduli menjadi juara pertama Lomba Lingkungan PBB di Swedia dan mendapat hibah 10,000 USD untuk pemberdayaan masyarakat mengelola sampah inovatif. Sejak itu AV Peduli mulai mengembangkan usaha melakukan pengelolaa sampah dan tahun 2009 berhasil menjadi pelopor Ecopreneurship Empowerment melalui bidang fashion. Kerja keras Agnes dan Vania menuai hasil, pada tahun 2011 mereka terpilih menjadi pemenang Ecopreneurship di Hongkong.

Apa yang dilakukan Agnes dan Vania sebenarnya sederhana. Sak semen bekas dibersihkan lalu direndam ke dalam air yang telah dicampur bahan pewarna sintetik. Selanjutnya sak semen berkarakter warna diolah menjadi bentuk tas, dompet, dan lain-lain.

Tas-tas heySTARTIC kini dipasarkan mulai dari harga Rp. 25.000 – Rp. 300.000,-!

Dalam pengembangan bisnis olahan sampah, tas heySTARTIC dikombinasikan dengan bungkus kopi bekas yang dirangkai menjadi tas cantik dan mewah.

Tahun 2015 kembali membawa keberuntungan buat tas heSTARTIC, yaitu mendapatkan penghargaan INACRAFT Award 2015.

Itulah beberapa UKM peserta Pameran Produksi Indonesia 2015 di Grand City Surabaya. Semoga penyelenggaraan Pameran PPI dan terus berjalan secara berkesinambungan agar semakin banyak masyarakat yang tahu akan kaya nya industri kreatif di Indonesia.

Pameran Produksi Indonesia diselenggarakan mulai tanggal 6-9 Agustus 2015. Jangan sampai ketinggalan yaa, buruan datang ke Grand City dan dapatkan info menarik seputar produk-produk karya anak bangsa.


TAGS


-

Author

Follow Me