WEGI3 Wujud cinta lingkungan implementasi Pilar Tripple Bottom Line

14 Jul 2015

Tak kenal maka tak sayang. Kiranya peribahasa itu pas untuk mengungkapkan kebenaran yang selama ini hanya didapat dari sekedar katanya, katanya, dan katanya.

Untuk kedua kalinya saya mengikuti Wisata Green Industry (WEGI) yang diselenggarakan oleh PT Semen Indonesia. Di kesempatan yang kedua ini saya semakin mantap bahwa Semen Indonesia dengan program Wisata Green Industry-nya telah menjadi bagian dari sosial kemasyarakatan. Semen Indonesia telah membuktikan dirinya bisa menjadi sahabat semua kalangan. Berbeda sekali dengan image yang biasanya dibangun oleh sebuah perusahaan bahwa apa yang ada didalam pabrik dianggap sebagai rahasia perusahaan dan tidak boleh diekspos sampai ke luar.

We Green Industry

Selama mengikuti program Wisata Green Industry, saya sebagai masyarakat awam mendapat banyak pencerahan tentang berita miring yang selama ini beredar terutama mengenai dampak yang disebabkan akibat proses produksi pembuatan semen serta anggapan bahwa bahan baku semen hanya memanfaatkan fasilitas alam. Semen sebagai bahan bangunan dianggap merusak lingkungan bahkan berdampak buruk bagi masyarakat sekitar pabrik.

Kenyataannya, Semen Indonesia berhasil melakukan tata kelola lingkungan sangat baik. Sehingga efek negatif yang sedianya berhembus cukup kencang, nyatanya tidak terbukti. Sebaliknya adanya tata kelola yang baik telah membuat alam menjadi lebih bermanfaat bagi banyak orang. Diantaranya dampak lingkungan terkendali, pemberdayaan sosial dan ekonomi masyarakat terpenuhi, jenjang pendidikan masyarakat meningkat.

Perjalanan Wisata Green Industry 3 dimulai dari program CSR UKM Binaan di Pujasera (Pusat Jajanan Serba Ada) di PT Semen Indonesia di Gresik.

Program CSR Semen Indonesia merupakan 1 dari 3 kebijakan pengelolaan perusahaan yang di sebut sebagai Pilar Trippe Bottom Line (3P): Profit, People, dan Planet. Untuk mewujudkan 3 P, Semen Indonesia tidak serta merta mengejar profit dan profit. Tetapi ada yang lebih penting dari itu yaitu Sosial dan Lingkungan. Hal ini semacam hubungan timbal balik antara perusahaan, alam, dan masyarakat. Satu sama lain harus merasa saling diuntungkan. Sebagai upaya pengembangan terhadap mesyarakat, Semen Indonesia melakukan Community Services (Pelayanan Masyarakat), Community Relation (Hubungan Masyarakat), dan Community Empowerment (Pemberdayaan Masyarakat)

Pilar Tripple Bottom Line

Untuk mengimplementasi Pilar Tripple Bottom Line, PT Semen Indonesia telah menerapkan beberapa program, yaitu:

1. Program Pengelolaan Bidang Ekonomi

Mendorong semangat pelaku UKM Binaan

Sebagai perusahaan yang berkomitmen penuh terhadap sosial kemasyarakatan, Semen Indonesia telah menerapkan pengelolaan dengan membantu pengusaha kecil agar berperan aktif meningkatkan perekonomian nasional. Saat ini Semen Indonesia telah mengelola mitra binaan sebanyak 14.332 yang bergerak dalam beberapa bidang usaha seperti perdagangan, agribisnis, industri kreatif, kuliner, dan sektor usaha lainnya. Harapan kedepan para pelaku UKM ini dapat meningkatkan produksinya sehingga mereka dapat menggerakkan roda perekonomian serta meminimalkan angka pengangguran.

Dalam pelaksanaannya, Semen Indonesia memberikan penjaman lunak sekaligus memberi pelatihan bahkan siap membantu mempromosikan produk usaha melalui pameran-pameran UKM.

2. Program Pengeloaan Bidang Lingkungan

Tata kelola sampah menjadi barang berguna

Pelestarian lingkungan telah menjadi isu yang paling ramai dibicarakan. Akan tetapi perusahaan telah cukup cerdas menyiasatinya. Berbagai cara ditempuh agar apa yang telah diambil dari alam dapat dikembalikan lagi manfaatnya untuk kebaikan alam. Dan menjadi semakin baik bila bermanfaat bagi khalayak ramai.

Pada November 2014, Semen Indonesia membangun Waste Zero Project, yakni sistem pengelolaan sampah menjadi barang berguna kembali. Cara ini sebagai Langkah mengurangi dampak pencemaran lingkungan. Agar sampah dengan mudah diolah maka satu sama lain harus dipisahkan, limbah mengandung logam dan plastik dipisahkan sendiri. Sedangkan batu dan tanah dimanfaatkan sebagai Planning Reklamasi Botanical.

Waste To Zero Project

Waste To Zero Project

Pemanfaatan bahan bakar alternatif

Pelestarian lingkungan tidak hanya mengelola sampah tetapi juga ada itikad untuk menghemat sumber daya alam yang tidak terbarukan seperti batu bara. Untuk menghemat batu bara, Semen Indonesia berinovasi dengan memanfaatkan bahan lain sebagai pengganti bahan bakar alternatif. Langkah ini diambil sebagai penerapan perusahaan yang berkomitmen pada Green Industry.

Bahan bakar alternatif yang digunakan oleh Semen Indonesia adalah memanfaatkan sekam padi. Sekam padi dinilai sebagai bahan bakar alternatif pengganti batu baru yang cocok untuk bahan bakar semen.

Penggunaan bakar alternatif ini selain baik untuk lingkungan, juga baik untuk petani dan pemilik penggilingan sekam sebagai vendor pemasok biomass

Program Reklamasi

Proses Reklamasi

Proses Reklamasi

Mengembalikan alam menjadi lebih baik sebagai bukti keseriusan Semen Indonesia dengan melakukan reklamasi. Tanah yang telah ditambang oleh Semen Indonesia tak serta merta dibiarkan tanpa fungsi, akan tetapi di reklamasi dan dimanfaatkan menjadi lebih baik. Seperti Danau Ngipik di Gresik yang memiliki lahan seluas 48,92 Hektare dimana dulunya merupakan bekas tembang ini sekarang telah digunakan sebagai sumber air dan sarana hiburan.

Selain Danau Ngipik, di beberapa kawasan area bekas tambang telah dimanfaatkan sebagai lahan pertanian dengan kapasitas panen dalam setahun bisa mencapai 3 kali.

Dibawah ini beberapa hasil proses Reklamasi yang dilakukan Semen Indonesia:

1. Pemanfaatan area bekas tambang tanah liat Ngipik sebagai sumber air dan sarana hiburan

2. Pemanfaatan area bekas lahan tambang batu kapur untuk fasilitas perumahan/perkantoran/pergudangan industry

3. Pemanfaatan bekas tambang untuk kegiatan Pertanian

4. Pemanfaatan bekas tambang sebagai tempat usaha

3. Program Pengelolaan Bidang Sosial

Pengelolaan sosial lebih menitikberatkan pada Program Community Services. Program ini menyangkut penyaluran pinjaman dan Penyaluran Hibah Pelatihan dan Promosi bagi Program Kemitraan, sedangkan Program Bina Lingkungan terdiri dari Bidang Pendidikan, kesehatan, Keagamaan, Sarana Prasarana, bantuan bencana alam, dan pelestarian alam.

Khusus program pendidikan, Semen Indonesia telah memberikan beasiswa kepada pelajar SD, SMP, dan SMA. Pada Juni 2014 total beasiswa diberikan kepada 2.653 siswa. Sedangkan bimbingan belajar kelas khusus sukses mencetak banyak lulusan berprestasi. Diantara diterima di Perguruan Tinggi Negeri, selainnya diterima di beberapa perusahaan termasuk perusahaan Semen Indonesia sendiri.

Menciptakan industry Semen Ramah Lingkungan

Alam pemilik segala kebaikan perlu mendapat perhatian.Jika tidak dimanfaatkan dengan baik alam tidak akan bersahabat dengan manusia. Program Konservasi Sumber Daya Alam dilakukan oleh Semen Indonesia untuk operasional pabrik terutama melakukan efisiensi dan penghematan sumberdaya, khususnya sumberdaya alam yang tidak terbarukan dengan cara memanfaatkan limbah dari industry lain dan meningkatkan program 3R (Reduce, Reuse, dan Recycle)

Memupuk industry semen yang ramah lingkungan, Semen Indonesia memanfaatkan limbah dari industry lain sebagai bahan baku/filler, seperti misalnya :

- Fly Ash dan Valley Ash yaitu limbah batubara dari pengoperasian Pabrik PLTU - Paiton dan Tanjung Jati

- Gypsum, limbah dari Petrokimia Gresik,

- Copper Slag, limbah dari pengoperasian Pabrik di Smelting Gresik dan Krakatau Steel

Untuk melaksanakan Program Kelola Lingkungan dan peningkatan efisiensi energi, Semen Indonesia mengembangkan program Clean Development Mechanism (CDM). - Alternative Fuel menggunakan Agriculture & Industrial Waste: Sekam Padi, Ampas Tebu, Sludge Oil, Sabut Keapa Sawit, Biomass (Serbuk Kayu).

- Waste Heat Recovery menggunakan energi hasil pembuangan gas buang proses pembakaran yang dimanfaatkan sebagai energi listrik

Kontribusi Masrakat dalam penyediaan bahan bakar alternatif

Penyediaan bahan bakar alternatif akan sulit diadakan jika tidak berhubungan langsung dengan masyarakat. Pola pemenuhan suplai biomas dilakukan dengan memberdayakan masyarakat sekitar sebagai vendor pemasok. Tercatat sejak Juni 2014, terdapat 11 vendor yang berasal dari Kabupaten Tuban.Hasilnya setiap vendor mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 15-20 orang. Itu artinya kontribusi masyarakat dapat menekan angka pengangguran dan memberikan tambahan penghasilan bagi para petani dan pemilik penggilngan sekam padi, tempat penggergajian kayu, dan sebagainya.JIka dirata-rata omzet yang diperoleh setiap vendor mencapai sekitar 250 juta rupiah/ bulan. Angka yang fantastis!

Tujuan dari penggunaan bakar bakar alternatif, tak lain adalah:

1. Langkah Diservisikasi energi melalui penggunaan energi terbarukan biomass

2. Menekan penggunaan sumber daya alam

3. Partisipasi dalam upaya penurunan GRK

Semen Indonesia mengukir banyak prestasi

Pencapaian luar biasa bagi Semen Indonesia. Atas keseriusannya mengelola lingkungan, Semen Indonesia dihadiahi penghargaan Proper Emas dari Kementerian Lingkungan Hidup pada tahun 2012-2013. Tak hanya itu selama 3 tahun berturut-turut, Semen Indonesia juga mendapat penghargaan Industry Hijau pada tahun 2010, 2011, 2012 dari Kementerian Perindustrian.

Kesimpulan perjalanan Wisata Green Industry 3

Menikmati Wisata Green Industry rasanya tak cukup hanya sehari. Ada banyak kesan yang tertinggal disana. Program-program yang dijalankan oleh Semen Indonesia telah memberi arti sebuah pelajaran yaitu mengenal dan memahami arti lingkungan. Semoga apa yang saya tulis ini dapat menjadi inspirasi untuk kita semua sehingga kita senantiasa mencintai alam serta lingkungan sekitar. Semoga tulisan ini bermanfaat untuk kita semua, Amin.


TAGS


-

Author

Follow Me