Membudayakan Semangat Pertemanan bersama Bedug Asyiiik 2015

1 Jul 2015

Karakter orang Indonesia yang masih kental hingga saat ini adalah guyub dan hobi bermasyarakat. Mereka kerap menghabiskan waktu secara bersama-sama untuk melakukan ibadah atau membahas suatu masalah.

Pada jaman dahulu, sebelum ada alat modern seperti sekarang, untuk menandai acara kumpul-kumpul caranya dengan membunyikan alat seadanya. Salah satunya bedug. Bedug sejak dulu dipercaya sebagai alat komunikasi paling mudah. Jika tiba waktunya ibadah, bedug menjadi satu-satunya alat yang digunakan sebelum kemudian dikumandangkan adzan.

Sabtu, 27 Juni 2015, sambil ngabuburit saya mengikuti event Bedug Asyiiik. Bedug Asyiiik merupakan sebuah acara adu kreativitas menabuh bedug sehingga menghasilkan irama yang asyik didengar dan menghibur. Dalam bedug Asyiiik ini peserta kompetisi tak hanya dituntut untuk menciptakan irama bedug saja, tetapi kekompakan tim juga menjadi nilai utama.

Sebelum dimulainya kompetisi Bedug Asyiiik, saya beserta teman-teman media diajak berkunjung ke Klenteng Hong San Kiang untuk mengenal lebih dalam tentang sejarah dan kebudayaan Tiongkok. Tiongkok merupakan salah satu negara tempat alat bedug berasal. Negara lainnya adalah India.

Bedug Asyiiik 2015
Klenteng Hong San Kiang terletak di Gudo, Kabupaten Jombang. Klenteng ini merupakan Klenteng Kuno yang masih eksis hingga sekarang. Seperti yang disampaikan oleh Ketua Yayasan Klenteng, Bapak Toni, Klenteng Hong San Kiang telah ada di Gudo sejak tahun 1800.

Tak hanya sebagai tempat ibadah umat Tri Dharma, Klenteng ini juga merupakan pusat pembuatan Wayang Potehi, Wayang kuno khas warga Tionghoa. Wayang Potehi di Klenteng ini disebut-sebut sebagai wayang yang memiliki bentuk original dengan bentuk boneka seperti potehi versi kuno.

Beberapa karakter Wayang Potehi buatan Pak Toni Harsono

Beberapa karakter Wayang Potehi buatan Pak Toni Harsono

Demi melestarikan Wayang Potehi yang akhir-akhir ini semakin kalah dengan pertunjukan modern, Ketua Yayasan Potehi Indonesia sampai harus memproduksi sendiri boneka-boneka Potehinya. Rencananya boneka Potehi ini akan dibuatkan museum sehingga karakter-karakter Potehi tetap terjaga kelengkapannya.

Usai blusukan Klenteng Hong San Kiang, kami menuju ke Lapangan Blimbing, Gudo, Jombang. Di lapangan inilah tempat festival Bedug Asyiiik diselenggarakan oleh Sampoerna Kretek.

Pada Bedug Asyiiik kali ini, tema yang diangkat adalah semangat pertemanan. Dengan semangat pertemanan, kekompakan tim peserta Bedug Asyiiik dapat menciptakan keindahan tabuhan yang selaras dan menghibur penonton yang hadir disana.

Peserta Bedug Asyiiik, IBM dari Kecamatan Ploso, Jombang

Peserta Bedug Asyiiik, IBM dari Kecamatan Ploso, Jombang

Kompetisi Bedug Asyiiik, dimulai dari jam 3 sore. Beberapa peserta datang dari daerah Jombang dan sekitarnya. Mereka saling unjuk kebolehan menabuh bedug dengan seindah-indahnya. Nanti diakhir acara, akan dipilih 3 tim penabuh bedug paling kompak dan harmonis yang akan menjadi juara dan mereka akan tampil secara kolaborasi bersama tim penabuh bedug profesional: Rampak Bedug Jajan Pasar Surabaya.

Peserta bedug Asyiiik berkolaborasi dengan Rampak Bedug Jajan Pasar

Peserta bedug Asyiiik berkolaborasi dengan Rampak Bedug Jajan Pasar

Kolaborasi mereka itu nantinya diharapkan dapat mempererat hubungan pertemanan antar komunitas seniman lokal. Setidaknya Bedug Asyiiik 2015 telah merangkul komunitas lokal di 14 kota di Indonesia, seperti Jombang, Cirebon, Semarang sepanjang bulan Juni hingga Agustus 2015. Salah satunya adalah Komunitas Raja Bedug.

Ngobrol Asyiiik bersama budayawan dan para seniman perkusi

Ngobrol Asyiiik bersama budayawan dan para seniman perkusi

Menurut pengamat seni dan budaya, Joko S. Gombloh, dalam sejarah bedug, salah satu fungsi bedug sebagai penanda berkumpulnya sekelompok masyarakat dalam berbagai perayaan atau upacara. Oleh karena itu Sampoerna Kretek mengangkat tema Semangat Pertemanan agar para peserta kompetisi Bedug Asyiiik 2015 berkesempatan mengekspresikan pertemanan melalui tabuhan bedug yang mereka ciptakan bersama-sama.

Bedug Asyiiik 2015
Festival Bedug Asyiiik sore itu, pengunjung tak hanya menikmati taluan bedug yang menyihir pendengaran, tetapi mereka juga bisa mengikuti hiburan-hiburan menarik di sekitar panggung acara. Di sekitar panggung terdapat tenda-tenda yang disediakan khusus untuk pengunjung dimana terdapat berbagai macam kegiatan menarik seperti adu bakat, adu ketangkasan, dan adu kecermatan.

Permainan Bola mudik

Permainan Bola mudik

Games Tap-Tap Bedug. Peserta hanya menabuh bedug mengikuti arah pukulan di layar monitor

Games Tap-Tap Bedug. Peserta hanya menabuh bedug mengikuti arah pukulan di layar monitor

Bagi yang suka dengan batu akik, di sekitar venue acara juga terdapat spot khusus penjualan batu akik, lho!

Batu akik beterbaran di Bedug Asyiiik

Batu akik beterbaran di Bedug Asyiiik

Belum selesai sampai disini, diujung acara penonton dihibur oleh Band legendaris khas generasi 90-an. Siapa lagi kalau bukan Five Minutes!

Sebelum tampil diatas panggung, Five Minutes sempat ngobrol-ngobrol asyiiik bersama awak media. Dengan gayanya yang kocak, salah satu personil Five Minutes bahkan menceritakan pengalamannya pada waktu kecil dulu pernah mengikuti lomba bedug tingkat kampung.

Ngobrol Asyiiik bersama Five Minutes

Ngobrol Asyiiik bersama Five Minutes

Tak terasa jam sudah merangkak menuju malam. Dari semula ngabuburit saya keterusan menikmati konser Band.

Penampilan Five Minutes menghibur masyarakat Gudo

Penampilan Five Minutes menghibur masyarakat Gudo

Menurut saya acara Bedug Asyiiik ini acara yang keren. Tidak hanya menjunjung semangat pertemanan, tetapi Bedug Asyiiik sudah menjadi salah satu upaya melestarikan seni dan budaya lokal Indonesia. Semoga di tahun-tahun selanjutnya masih ada Bedug Asyiiik 2016, Bedug Asyiiik 2017, dan Bedug Asyiiik seterusnya.. supaya tabuhan bedug tetap eksis dan menggema di tengah gejolak modernisasi teknologi.


TAGS Bedug Asyiiik 2015


-

Author

Follow Me